| Rieke Menggunakan Hak Pilih |
Rieke-Teten menjadi
pesaing ketat kandidat Aher-Dedi pada pilgub jabar tahun ini. Rieke mengakui
akan kenyataan ini, tapi ini semua bukan semata-mata efek dari perubahan
Jakarta yang di usung oleh Jokowi menular ke Jawa Barat. Rieke tidak berharap
demikian.
“Perubahan merupakan
hal yang diinginkan rakyat, maka dari itu saya tetap optimis sampai sekarang. Alhamdulillah,
gejolak perubahan yang sudah terjadi di Jakarta, menular ke Jabar.” kata Rieke,
di kompleks gedung parlemen. (26-Feb-2013). Ia tidak mengelak bahwa melejitnya
suara yang didapatkan merupakan efek dari Jokowi. Tapi, hal itu bukan menjadi faktor
yang utama.
Kejayaan Jokowi di
Jakarta tidak bisa adobsi ke Jawa Barat, karena karakter masyarakat Jabar
berbeda dengan Jakarta. “Saya dan Jokowi saling bantu saat pilkada. Ada pengaruhnya,
akan tetapi tidak bisa ditarik dari Jakarta ke Jabar, tentu berbeda.” ujar
Rieke.
Menurut Lembaga Survei
Indonesia (LSI) di Pilgub Jabar, kandidat Aher-Deddy unggul dengan suara 33,14%
menurut quick count. Dengan margin of error kurang lebih 1%,
tingkat kepercayaannya 95%.
Dan hal yang tak terduga,
kandidat Rieke-Teten mendapatkan posisi kedua dengan perolehan suara 27,92%,
menjauhi kandidat Dede-Laksamana yang berada di posisi ketiga dengan perolehan
suara 25,23%. Sementara itu kandidat Yance-Tatang ada di posisi keempat dengan
suara 11,81%, dan yang terakhir dari kandidat Dikdik-Toyib dengan suara 1,89%.
Namun, PDI-P dengan
hasil hitung cepatnya mengatakan, kemenangan kandidat Aher-Deddy tidak sampai
30%. Jika ini terbukti kebenarannya, maka ada kemungkinan untuk Pemilihan
Gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar) akan dilakukan dua kali putaran.
No comments:
Post a Comment
Berilah komentar yang baik :)